STRATEGI MENANGGULANGI STRES
- Pengertian Stres
Menurut Nurul Chomaria dalam bukunya yang berjudul Bye bye Stress. Stres adalah reaksi normal dan bersifat alamiah, karena kejadian yang tidak sesuai dengan harapan, entah kejadianya banyak ataupun hanya selintas, akan menyebabkan kita terguncang dan mengalami stress
Sedangkan, Menurut Cofer & Appley (1984) Stres adalah kondisi seseorang pada saat ia menyadari bahwa keberadaan atau integritas diri dalam keadaan bahaya, dan ia harus meningkatkan seluruh energy untuk melindungi diri
Pendapat selanjutnya, Menurut Cranwell-Ward (1987) Stres sebagai reaksi-reaksi fisiologik dan psikologik yang terjadi jika orang mempersepsi suatu ketidakseimbangan antara tingkat tuntutan yang dibebankan kepadanya dan kemampuanya untuk memenuhi tuntutan itu.
2. Deteksi Diri Terhadap Stres
Gejala stress dapat dibagi menjadi 3 kategori, yakni fisik, emosi dan perilaku
a. Gejala fisik
· Sakit kepala
· Sakit leher
· Sulit berbicara
· Nafsu makan hilang, atau selalu ingin makan
· Tidak dapat tidur
· Tidur berlebihan
b. Gejala emosi
· Mudah tersinggung
· Suasana hati berubah-ubah
· Bersikap agresif
· Kehilangan ingatan atau konsentrasi
· Gelisah
· Mengalami periode kebingungan
c. Gejala Perilaku
· Gelak tawa gelisah bernada tinggi
· Makan secara berlebihan / Diet ketat
· Sering menunda pekerjaan
· Kehilangan ketertarikan pada penampilan
· Lamban dalam melakukan sesuatu
3. Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Stres
a. Faktor kepribadian
Menurut Friedman dan Roseman, orang dengan kepribadian tertentu memang mudah terjangkit stress. Tipe kepribadian yang dimaksud adalah
Tipe Kepribadian A
· Perfeksionis
· Selalu terburu – buru
· Tidak sabaran
· Ambisius
· Agresif
· Segala sesuatu tertarget
· Berorientasi pada prestasi
· Selalu bergerak cepat
Tipe Kepribadian B
· Rileks
· Tidak terburu – buru
· Sabar
· Tidak suka bersaing
· Tidak agresif
b. Tingkat pengetahuan
Pendidikan dan pengetahuan merupakan ilmu dan keterampilan yang kita miliki. Semakin mempunyai ilmu dan keterampilan, kita tidak mudah mengalami kecemasan dalam menghadapi permasalahan karena kita umumnya lebih siap dengan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang ada.
c. Status social ekonomi
Status social yang rendah bisa menyebabkan kita menjadi rendah diri. Perasaan semacam ini sangat rentan terhadap stres
d. Kondisi fisik dan mental
Kondisi Kesehatan yang baik menjadikan kita tidak rentan terhadap stress karena dalam kondisi fit, kita lebih bisa berfikir jernih dibandingkan dalam keadaan sakit
e. Kurun waktu
Dengan berlalunya waktu, kita akan beradaptasi terhadap suatu stressor sehingga peristiwa yang tadinya menyebabkan stress, perlahan – lahan akan menghilang reaksi stresnya
4. Menghadapi Stres
a. Bersikap Proaktif
Mengkaji peristiwa secara mendetail dengan dengan cara proses berfikir positif (ABCD Procces).
b. Konfrontasi
Ada kalanya suatu stressor yang berupa orang atau keadaan sulit untuk dihindari sehingga diharuskan kita menghadapi bertindak cepat
5. Mengelola Stres
a. Pendekatan farmakologi
Mengkonsumsi obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter ahli jiwa. Misalnya orang yang menderita insomnia
b. Pendekatan perilaku
Mengubah perilaku yang menimbulkan stress, misalnya orang yang mengalami kecemasan berbicara dimuka umum melakukan terapi untuk memunculkan keberanian berbicara dimuka umum dengan berlatih didepan cermin.
c. Pendekatan kognitif
Mengubah pola piker individu seperti negative dan pesimis menjadi positif dan optimis
d. Relaksasi
· Relaksasi otot
· Relaksasi kesadaran indra
· Relaksasi melalui yoga, meditasi, transendensi/keagaman
6. Efek Positif dari Stres
a. Meningkatkan fungsi otak
b. Meningkatkan system kekebalan tubuh
c. Meningkatkan energy tubuh
d. Mengasah pribadi yang lebih tangguh
Sumber Pustaka
Chomaria (2018). Bye Bye STRESS. Jakarta: PT Elex Media Komputindo





0 Comments