1. Pengertian Belajar
Menurut Gagne (1985) belajar merupakan sebuah sistem yang
didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan
perubahan perilaku.
Pengertian belajar yang cukup komprehensif diberikan oleh
Bell-Gredler (1986:1) yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang
dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skills, and
attitudes. Kemampuan (competencies), keterampilan (skills), dan sikap
(attitudes) tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari
masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat.
Rangkaian proses belajar itu dilakukan dalam bentuk keterlibatannya dalam
pendidikan informal, keturutsertaannya dalam pendidikan formal dan/atau
pendidikan nonformal. Kemampuan belajar inilah yang membedakan manusia dari
makhluk lainnya.
Sedangkan Hitepeuw (2009) menjelaskan bahwa belajar
merupakan proses perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari
pengalaman. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah berkaitan dengan dengan
perubahan dari sisi kognitif, afektif, dan psikomotor. Bersifat menetap adalah
tidak temporer dan bertahan lama. Sedangkan pengalaman berkaitan dengan apa
yang dialami sendiri, saat berinteraksi dengan dirinya sendiri atau lingkungan
diluar dirinya yang membawa perubahan
2. Ciri – ciri Belajar
· Belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri
individu.(aspek pengetahuan atau kognitif, sikap (afektif) dan keterampilan
(psikomotor);
· Perubahan itu merupakan buah dari pengalaman. Perubahan perilaku yang
terjadi pada individu karena adanya interaksi antara dirinya dengan lingkungan.
interaksi ini dapat berupa interaksi fisik dan psikis;
· Perubahan perilaku akibat belajar akan bersifat cukup permanen.
3.
Tipe – Tipe dalam Belajar
· Tipe The Driver
o
Cepat dalam bertindak
o
Memecahkan masalah
o
Lebih focus pada hasil
o
Kurang sabar dalam berproses
· Tipe The Dreamer
o
Tidak bisa diburu-buru waktu
o
Kreatif
o
Senang menghayal untuk merencanakan jangka Panjang
o
Harus memperhatikan seni mengatur waktu, agar tidak menghayal terlalu
lama
· Tipe The Logician
o
Kritis
dan analitis
o
Perfeksionis
o
Mampu
mengorganisasikan sesuatu
o Kekurangan nya mudah stress dan lebih suka bekerja sendiri
· Tipe The Searchlight
o
Lebih
senang melakukan sesuatu yang masuk akal
o
Sulit
menentukan tujuan
o
Analisisnya
kurang akurat
o
Senang
bereksplorasi, sehingga mampu melupakabn masalah yang dihadapi
4. Gaya Belajar
·
Visual
Learning
Visual Learning adalah gaya belajar dengan
cara melihat sehingga mata memegang peranan penting. Gaya belajar secara visual
dilakukan seseorang untuk memperoleh informasi seperti melihat gambar, diagram,
peta, poster, grafik, dan sebagainya
o
Karakter
Visual Learner
•
Materi pembelajaran harus dapat dilihat
•
Peka terhadap warna dan seni
•
Pembaca cepat dan tekun
•
Mementingkan penampilan
o
Kendala
Visual Learner
•
Tidak
suka berbicara didepan kelompok
•
Tidak
suka mendengarkan orang lain berbicara
• Tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak bisa mengungkapkanya dengan kata – kata
· Auditory Learning
Gaya belajar auditori yaitu gaya belajar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh informasi dengan memanfaatkan indra telinga. Oleh karena itu, mereka sangat mengandalkan telinganya untuk mencapai kesuksesan belajar. Misalnya, dengan cara mendengar seperti ceramah, radio, berdialog dan berdiskusi
o Karakter Auditory Learner
• Akan mencari posisi duduk
tempat dia dapat mendengar dengan baik, walaupun tidak dapat melihat yang
terjadi didepanya
• Suka menuliskan sesuatu
Kembali
• Dapat menghafal lebih cepat
• Mudah mempelajari Bahasa
asing
• Senang berdiskusi
o Kendala Auditory
Learner
•
Cenderung banyak bicara
•
Tidak bisa belajar dalam kondisi berisik
•
Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis
• Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik
·
Kinesthetic Learning
Gaya belajar
kinesthetic merupakan cara belajar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
informasi dengan melakukan pengalaman, Gerakan, dan sentuhan. Selain itu,
belajar secara kinestetik berhubungan dengan praktik atau pengalaman belajar
secara langsung
o Karakter Kinesthetic
Learner
• Ketika menyampaikan
pendapat biasanya disertai dengan Gerakan tangan atau Bahasa tubuh yang
melibatkan anggota tubuh lain seperti wajah, mata dan sebagainya
• Menyenangi materi
pembelajaran yang bersifat merekayasa suatu bahan
• Berbicara dengan
perlahan (lambat)
• Tidak dapat diam
dalam waktu lama
• Menyukai permainan dan olahraga
o Kendala Kinesthetic
Learner
•
Mengalami kesulitan duduk lama di depan computer
•
Tidak betah membaca atau mendiskusikan topik – topik didalam ruang kelas
• Kapasitas energinya cukup tinggi sehingga bila tidak disalurkan akan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya
Sumber Pustaka
Setyaputri. Nora Yuniar (2021). Bimbingan dan Konseling Belajar (Teori dan Aplikasinya). Bandung: CV Media Sains Indonesia
Winataputra, Udin S. (2017). Hakikat belajar dan pembelajaranhttps://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/MKDK4004-M1.pdf

0 Comments